Kamis, November 05, 2015

Cara Mendiagnosis Kanker Otak: Pemeriksaan dan Tes

Melihat hasil wawancara medis dan tes fisik anda adalah salah satu cara mendiagnosis kanker otak yang dipakai penyedia layanan kesehatan (dokter) anda - untuk mengetahui apakah anda memiliki masalah pada bagian otak atau batang otak.

Dalam kebanyakan kasus, anda akan menjalani CT scan otak. Tes ini seperti layaknya X-ray, namun menunjukkan data yang lebih detail dalam bentuk tiga dimensi. Biasanya, pewarna tidak berbahaya akan disuntikkan ke dalam aliran darah anda untuk meminimalisir kelainan pada hasil scan.

cara mendiagnosis, pemeriksaan, dan tes kanker otak

Namun jika pasien memang dicurigai memiliki tumor otak, maka MRI scan lebih sering dipilih untuk digunakan dibandingkan CT scan.

Hal ini karena MRI memiliki sensitivitas yang lebih tinggi dalam mendeteksi keberadaan atau perubahan pada tumor. Meski begitu, hingga saat ini masih banyak institusi kesehatan yang tetap menggunakan CT scan untuk melakukan tes diagnostik pertama.

Sedangkan X-Ray pada tengkorak tidak lagi dipakai secara luas untuk mendiagnosa kanker otak.

Orang yang menderita kanker otak seringkali memiliki masalah medis lainnya, oleh karena itu - tes laboratorium secara rutin mungkin diperlukan. Beberapa diantaranya meliputi analisa darah, elektrolit, tes fungsi hati, dan profil koagulasi darah.

Jika telah terjadi perubahan besar pada status mental anda, maka tes darah atau urin dapat saja dilakukan untuk mendeteksi penggunaan obat-obatan.


Langkah Pemeriksaan Kanker Otak


Jika hasil scan anda menunjukkan adanya tumor otak, maka anda akan dirujuk ke seorang dokter spesialis kanker, atau biasa juga disebut ahli onkologi. Namun jika di daerah sekitar tempat tinggal (kota) anda ada seorang spesialis tumor otak - biasa juga disebut neuro-onkologi, maka anda harus dirujuk ke sana.

Langkah berikutnya dalam mendiagnosis kanker otak adalah mengkonfirmasi jika anda memang benar memiliki kanker. Biasanya hal ini dilakukan dengan cara mengambil dan menguji sampel tumor, langkah ini disebut dengan biopsi:

  • Teknik yang paling umum digunakan untuk melakukan biopsi adalah dengan jalan operasi. Tengkorak akan dibuka, biasanya dilakukan dengan tujuan untuk mengangkat seluruh tumor, jika hal tersebut dimungkinkan. Biopsi kemudian dilakukan dari sampel tumor tersebut.
  • Jika ahli bedah tidak mampu untuk mengangkat keseluruhan tumor, maka yang sebisanya saja akan diangkat, walau itu hanya sebagian kecil.
  • Pada beberapa kasus, biopsi tetap mungkin untuk dilakukan tanpa perlu untuk membuka tengkorak. Lokasi yang tepat dari tumor dalam otak ditentukan dengan menggunakan CT scan atau MRI, dan tengkorak tetap dibiarkan pada bingkainya. Kemudian lubang kecil dibuat di atas tengkorak dan jarum dimasukkan melalui lubang tersebut ke area tumor. Jarum akan mengumpulkan biopsi dan mengangkat sebanyak mungkin yang bisa dilakukan. Teknik ini disebut stereotaxis, atau stereotactic brain biopsy.
  • Biopsi diteliti di bawah mikroskop oleh seorang ahli patologi (dokter yang memiliki spesialisasi dalam mendiagnosis suatu penyakit dengan cara melihat sel dan jaringan).

Berikutnya baca:

Yang sebelumnya:

Referensi:



Bantu saya untuk men-share artikel di atas agar lebih banyak orang yang membaca dan mengetahuinya. Terima kasih...


EmoticonEmoticon