Tampilkan postingan dengan label Alzheimer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alzheimer. Tampilkan semua postingan

Rabu, April 27, 2016

Data Penelitian: Obat Alergi dan Flu Umum Dapat Menyebabkan Alzheimer

Saat sedang berjuang melawan virus (flu) – mengkonsumsi obat adalah langkah yang dapat membuat tubuh kita merasa sedikit lebih nyaman. Begitupula bagi mereka yang menderita alergi, obat-obatan seperti Benadryl bertindak layaknya ‘dewa penolong’ yang akan langsung menghilangkan masalah secara tuntas.

Namun saat ini sepertinya anda harus berpikir lebih panjang sebelum memutuskan untuk sering-sering mengkonsumsi obat flu dan alergi yang umum dijual – terutama jika anda telah melewati usia paruh baya.

Shannon Risacher

penelitian keterkaitan obat flu dan alergi dengan penyakit alzheimer

Para peneliti dari Indiana University School of Medicine menemukan bukti bahwa obat-obatan yang memiliki efek “antikolonergik” kuat dikatakan dapat menyusutkan otak dan menurunkan metabolismenya. Hasil temuan ini sudah resmi diterbitkan dalam sebuah jurnal di JAMA Neurology.

Sebenarnya ini juga bukanlah temuan baru, karena penelitian sebelumnya telah menemukan hubungan antara obat antikolinergik dengan gangguan kognitif pada orang-orang yang berusia (sangat) dewasa.

Sebuah studi pada tahun 2013 menyimpulkan, bahwa hanya dengan mengkonsumsi salah satu dari obat-obatan tersebut dalam dua bulan – itu akan menyebabkan masalah memori pada mereka yang berusia tua.


Data Hubungan Obat Flu dan Alergi Dengan Penyakit Alzheimer


Paper akademis terbaru yang dilaporkan oleh Indiana University ini diyakini sebagai yang pertama dalam mempelajari potensi biologi yang mendasari keterkaitan klinis tersebut menggunakan pengukuran neuroimaging metabolisme otak dan atrofi.

"Temuan ini memberikan kita pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana kelompok obat-obatan ini dapat bekerja pada otak dengan cara yang mungkin meningkatkan resiko gangguan kognitif dan demensia," kata Shannon Risacher, asisten profesor ilmu radiologi dan pencitraan di Indiana University School of Medicine – yang sekaligus penulis utama dalam studi tersebut.

"Dengan melihat semua bukti penelitian ini, para dokter mungkin harus mempertimbangkan alternatif lain untuk obat antikolinergik jika tersedia saat menangani pasien mereka yang berusia lebih tua."

"Saya pasti tidak akan menyarankan kakek saya atau bahkan orang tua saya untuk mengkonsumsi obat-obatan tersebut kecuali memang terpaksa," tambah Risacher.


Berdasarkan laporan dari Indiana University, para partisipan penelitian yang mengkonsumsi obat-obatan antikolinergik memiliki tingkat metabolisme glukosa lebih rendah – yang mana ini merupakan "biomarker" yang menunjukkan aktivitas otak dan penyakit Alzheimer.

Mereka juga menunjukkan hasil yang lebih buruk pada tes memori jangka pendek dan beberapa fungsi eksekutif (meliputi berbagai kegiatan seperti penalaran verbal, perencanaan dan pemecahan masalah) – jika dibandingkan dengan mereka yang tidak mengkonsumsi obat-obatan tersebut.

Dari 451 partisipan yang semuanya berusia antara 70 hingga 75 tahun, mereka yang menggunakan obat antikolinergik diketahui mengalami “pengurangan volume otak” saat dilihat menggunakan scan MRI.

Dr. Risacher mengatakan bahwa hasil ini memberikan "petunjuk" dampak biologis dari obat-obatan tersebut pada otak. Namun dia juga menambahkan bahwa, "penelitian lanjutan masih diperlukan jika kita benar-benar ingin memahami mekanisme apa saja yang terlibat."

Referensi :



Bantu saya untuk men-share artikel di atas agar lebih banyak orang yang membaca dan mengetahuinya. Terima kasih...

Kamis, Maret 17, 2016

Cara Mendiagnosa Penyakit Alzheimer dan Demensia

Alzheimer didiagnosa melalui pemeriksaan medis yang lengkap. Jika anda atau orang yang anda cintai memiliki kekhawatiran mengenai hilangnya memori atau gejala lainnya terkait penyakit Alzheimer dan Demensia, maka sangat dianjurkan untuk segera mengatur janji dengan dokter.

langkah mendiagnosa dan memeriksa alzheimer

Langkah-Langkah Pemeriksaan Alzheimer


Tidak ada tes tunggal yang dapat menentukan apakah seseorang menderita Alzheimer atau tidak. Walaupun dokter hampir selalu dapat memastikan jika seseorang benar-benar memiliki Demensia, namun untuk mengetahui apa penyebabnya akan sangat sulit sekali.

Diagnosa secara definitif untuk penyakit Alzheimer hanya dapat dilakukan melalui otopsi setelah kematian, yaitu melalui pencocokkan antara pengukuran klinis dengan pemeriksaan pada jaringan otak.

Namun begitu, para dokter memiliki beberapa metode dan alat yang dapat membantu mereka mendeteksi secara cukup akurat – apakah seseorang yang memiliki masalah dengan memori tersebut memang kemungkinan menderita penyakit Alzheimer atau tidak.

Untuk diketahui, hilangnya memori dapat diakibatkan oleh berbagai penyebab lain – sehingga belum tentu kondisi tersebut adalah pasti tanda-tanda Alzheimer atau Demensia.

Untuk mendiagnosa Alzheimer, dokter anda mungkin akan:

  • Menanyakan tentang kesehatan anda secara keseluruhan, masalah medis yang pernah dialami, kemampuan dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari, dan perubahan dalam perilaku atau kepribadian.
  • Melakukan tes memori, memecahkan masalah, konsentrasi, dan bahasa.
  • Melakukan tes medis standar – seperti tes darah dan urin, untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya penyebab lain dari masalah anda.
  • Melakukan scan otak, dengan menggunakan CT ataupun MRI – untuk membedakan penyebab Alzheimer dengan penyebab lain yang menimbulkan gejala yang anda alami.

Dokter anda mungkin akan melakukan tes ulang untuk mendapatkan informasi mengenai perubahan pada kesehatan dan memori anda seiring berjalannya waktu. Tes ini juga dapat membantu dokter untuk mendiagnosa penyebab lain dari masalah memori yang dialami oleh pasien, seperti kerusakan kognitif ringan ataupun demensia vaskular.


Cara Mencari Dokter Yang Tepat


Para ahli menjelaskan bahwa seorang dokter yang cakap dapat mendiagnosa penyakit Alzheimer dengan tingkat akurasi diatas 90%. Langkah pertama yang dianggap terbaik adalah dengan mengkonsultasikan masalah anda dengan dokter yang sudah menjadi langganan anda. Umumnya dokter anda akan ikut mengevaluasi hasil diagnosa yan telah dilakukan.

Dokter anda mungkin akan merujuk anda ke dokter lain yang memiliki spesialiasi untuk pemeriksaan dan pengobatan penyakit Alzheimer serta demensia terkait.

Para Spesialis yang dimaksud mencakup:

  • Ahli saraf, yang mengkhususkan diri dalam penyakit otak dan sistem saraf
  • Psikiater, yang mengkhususkan diri dalam gangguan yang mempengaruhi suasana hati atau cara kerja otak
  • Psikolog, yang menjalani pelatihan khusus untuk pengujian memori dan fungsi mental lainnya

Klinik atau unit khusus memori biasanya sudah menyediakan tim spesialis yang bekerja secara bersama-sama untuk mendiagnosa masalah yang dialami. Tes dilakukan di satu tempat untuk dapat mempercepat proses diagnosis.

Selain itu, anda juga mungkin perlu mencari pendapat kedua atau pendapat tambahan. Pemeriksaan masalah memori dan pikiran diketahui cukup menantang. Gejala dan tanda-tanda yang ringan bisa saja tidak terlalu jelas atau diabaikan.

Mencari pendapat kedua dari pihak lain dapat membantu mengkonfirmasi hasil diagnosa sebelumnya. Kebanyakan dokter yang memang cakap biasanya sangat paham manfaat hal ini, dan mereka akan berbagi catatan medis anda jika anda mengizinkan. Seorang spesialis dapat merujuk anda ke dokter lain untuk mendapatkan pendapat kedua, atau anda bisa memutuskan untuk mencari sendiri dokter lain yang anda mau.

Pentingnya Melakukan Diagnosa Alzheimer Sejak Dini


Meskipun kondisi penyakit Alzheimer belum bisa dihentikan atau disembuhkan, diagnosa dini dapat membantu orang-orang dengan kondisi Demensia ataupun keluarga mereka dalam:

  • Mendapatkan kesempatan yang lebih baik dari manfaat pengobatan
  • Memiliki lebih banyak waktu untuk merencanakan masa depan
  • Mengurangi kecemasan untuk masalah-masalah yang tidak diketahui
  • Meningkatkan kemungkinan untuk berpartisipasi dalam uji klinis obat baru, membantu kemajuan penelitian
  • Memiliki kesempatan untuk ikut memutuskan mengenai perawatan, transportasi, pilihan tempat tinggal, dan masalah-masalah keuangan serta hukum
  • Mendapatkan cukup waktu untuk mengembangkan hubungan dengan dokter dan tim perawat
  • Memperoleh manfaatkan dari pelayanan perawatan dan dukungan, sehingga mereka atau keluarga mereka lebih mudah dalam merawat penyakit Alzheimer. Navigator dapat membantu mengidentifikasi kebutuhan dan membuat perencanaan tindakan.
Berikutnya baca:
Cara Mengobati Alzheimer

Yang sebelumnya:

Referensi :



Bantu saya untuk men-share artikel di atas agar lebih banyak orang yang membaca dan mengetahuinya. Terima kasih...

Selasa, Februari 02, 2016

Gejala Alzheimer: Ciri-Ciri dan Tanda-Tanda Penyakit Ini

Pada awalnya, menjadi sering lupa dan kebingungan ringan adalah dua gejala penyakit Alzheimer yang pertama kali anda sadari. Namun seiring waktu, penyakit ini akan semakin banyak menghapus memori anda, terutama ingatan-ingatan terbaru. Dan tingkat keparahan masing-masing gejala diketahui sangat bervariasi antara setiap orang.

kenali gejala, ciri, dan tanda penyakit alzheimer

Jika anda menderita Alzheimer, maka kemungkinan terbesar – diri anda sendirilah yang pertama kali menyadari jika anda mengalami kesulitan yang tidak biasanya dalam mengingat dan mengatur pikiran anda.

Atau bisa jadi anda sama sekali tidak menyadari jika ada sesuatu yang salah, bahkan walaupun perubahan dalam diri anda tersebut akhirnya disadari oleh anggota keluarga, teman dekat, ataupun rekan kerja anda.

Ciri-Ciri dan Tanda-Tanda Penyakit Alzheimer


Perubahan pada otak yang berhubungan dengan penyakit Alzheimer akan mengakibatkan munculnya masalah seperti:

Hilangnya Memori / Ingatan

Setiap orang pasti pernah sesekali mengalami yang namanya penyimpangan memori. Adalah hal yang sangat normal jika anda lupa dimana menaruh kunci ataupun nama seseorang.

Pada Alzheimer, gejala lupa ini terjadi terus-menerus dan semakin memburuk – sehingga mempengaruhi kemampuan fungsional seseorang di tempat kerja ataupun di rumah. Orang yang menderita Alzheimer biasanya:

  • Mengulangi pernyataan dan pertanyaan secara berulang-ulang, tanpa menyadari jika mereka telah menanyakan pertanyaan tersebut sebelumnya
  • Lupa dengan percakapan, janji, ataupun acara tertentu – bahkan mereka tidak ingat jika pernah bercakap-cakap ataupun mengucapkan janji
  • Selalu salah menyimpan benda-benda, seringkali mereka menaruhnya di tempat-tempat yang tidak logis
  • Pada akhirnya mereka akan lupa dengan nama-nama anggota keluarga dan benda-benda kesehariannya

Orang-orang dengan penyakit Alzheimer biasanya akan kehilangan kesadaran akan hari, musim, tempat, dan bahkan keadaan diri mereka sendiri.

Alzheimer juga mungkin akan mengganggu kemampuan otak anda dalam menafsirkan apa yang anda lihat, sehingga anda akan sulit memahami keadaan lingkungan sekitar anda. Pada akhirnya, hal ini akan membuat anda merasa tersesat – bahkan pada tempat-tempat yang sangat akrab dengan anda.


Kesulitan Berbicara dan Menulis

Gejala Alzheimer berikutnya adalah kesulitan dalam menemukan kata yang tepat untuk mengidentifikasi suatu objek / benda, mengungkapkan hal yang ada dalam pikiran, atau ikut serta dalam suatu percakapan.

Seiring waktu, kemampuan untuk membaca dan menulis juga akan ikut menurun.

Susah Berpikir dan Melakukan Penalaran

Penyakit Alzheimer akan menyebabkan kesulitan dalam berkonsentrasi dan berpikir, terutama mengenai konsep-konsep yang sifatnya abstrak – seperti angka-angka.

Mereka yang mengalami penyakit Alzheimer akan kesulitan untuk mengelola keuangan, menyeimbangkan pengeluaran, dan membayar tagihan-tagihan tepat waktu. Dan hal ini dapat terus berlanjut hingga titik dimana mereka sama sekali tidak mampu mengenali dan berurusan dengan angka-angka.

Sulit Membuat Penilaian dan Mengambil Keputusan

Merespon secara efektif untuk masalah sehari-hari seperti, makanan yang gosong di atas kompor – kondisi jalanan yang tak terduga – dll, akan semakin menjadi sebuah tantangan.

Tidak Mampu Membuat Perencanaan dan Melakukan Tugas Sehari-Hari

Tanda Alzheimer berikutnya adalah kesulitan dalam membuat perencanaan untuk kegiatan yang memerlukan langkah-langkah berurutan, seperti memasak – mencuci – dll.

Pada akhirnya, orang yang menderita Alzheimer tingkat lanjut mungkin akan lupa bagaimana cara melakukan tugas-tugas dasar seperti mandi dan berpakaian.

Perubahan Kepribadian dan Perilaku

Perubahan otak yang terjadi pada penyakit Alzheimer dapat mempengaruhi cara anda dalam bertindak dan cara anda dalam merasakan. Ciri penderita Alzheimer yang dapat diperhatikan antara lain:

  • Gampang depresi
  • Mudah cemas
  • Tidak mau bersosialisasi
  • Mood yang berubah-ubah
  • Ketidakpercayaan pada orang lain
  • Sikap agresivitas
  • Perubahan dalam kebiasaan tidur
  • Sering bengong
  • Mengalami delusi, seperti percaya jika salah satu benda miliknya telah dicuri

Lebih lanjut mengenai gejala dan tanda penyakit Alzheimer, secara umum banyak kemampuan penting yang tidak akan hilang hingga seseorang masuk dalam stadium akhir dari penyakit ini.

Kemampuan-kemampuan tersebut seperti antara lain: membaca – menari dan bernyanyi – menikmati musik-musik lama – mengerjakan kerajinan atau melakukan hobi – bercerita – hingga bernostalgia.

Hal ini dimungkinkan karena informasi, keterampilan, dan kebiasaan yang dipelajari dalam tahap awal kehidupan seseorang adalah yang paling terakhir akan hilang – seiring bertambah parahnya penyakit.

Karena itu, memanfaatkan kemampuan-kemampuan tersebut dapat membuat anda tetap terus memperoleh kesuksesan dan mempertahankan kualitas hidup anda – bahkan saat anda sudah memasuki fase medium dari penyakit Alzheimer.

Selanjutnya baca:

Yang sebelumnya:

Referensi :



Bantu saya untuk men-share artikel di atas agar lebih banyak orang yang membaca dan mengetahuinya. Terima kasih...

Sabtu, April 11, 2015

Penyebab Alzheimer Dan Faktor Resikonya

Para peneliti di seluruh dunia sepakat bahwa penyebab alzheimer pada kebanyakan orang adalah kombinasi dari faktor genetik (keturunan), gaya hidup, dan faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi otak dari waktu ke waktu.

Berdasarkan data, penyebab penyakit alzheimer yang diakibatkan oleh perubahan genetik tertentu yang hampir pasti membuat seseorang akan menderita alzheimer diketahui tidak lebih dari 5%.

Walaupun hal-hal yang menyebabkan seseorang terkena alzheimer ini belum sepenuhnya dapat dipahami, namun akibat yang ditimbulkan penyakit ini pada otak sudah sangat jelas sekali.

Penyakit Alzheimer merusak dan membunuh sel-sel otak. Otak yang terkena  Alzheimer memiliki jumlah sel dan koneksi yang lebih sedikit di antara sel-sel yang masih hidup jika dibandingkan dengan otak yang sehat.

penyebab alzheimer dan faktor yang memperparah resiko

Dan dengan semakin banyaknya sel-sel otak yang mati, maka Alzheimer menyebabkan terjadinya penyusutan otak yang signifikan. Saat dokter memeriksa jaringan otak yang terkena Alzheimer di bawah mikroskop, maka mereka akan melihat dua jenis kelainan yang merupakan tanda dari penyakit ini:

  • Plak. Gumpalan protein yang disebut beta-amiloid ini dapat merusak dan menghancurkan sel-sel otak dalam beberapa cara, termasuk mengganggu komunikasi antar sel-sel otak. Meskipun penyebab utama dari matinya sel-sel otak pada penderita Alzheimer belum diketahui, namun keberadaan beta-amiloid di luar sel-sel otak dianggap sebagai penyebab utamanya.
  • Kusut. Sel-sel otak sangat tergantung pada dukungan internal dan sistem transportasi yang membawa semua nutrisi dan bahan-bahan penting untuk membuatnya berumur panjang. Sistem ini memerlukan struktur dan fungsi protein yang normal – disebut dengan tau.
  • Pada otak penderita Alzheimer, benang  protein tau dalam sel-sel otak ini terlihat kusut dan abnormal – menyebabkan terjadinya kegagalan sistem transportasi. Kegagalan ini juga sangat terkait erat dengan terjadinya penurunan dan kematian pada sel-sel otak.

Faktor Penyebab Alzheimer: Yang Meningkatkan Resiko


Bertambahnya usia merupakan faktor resiko terbesar yang diketahui sebagai penyebab kondisi Alzheimer.

Sebagai catatan!

Alzheimer bukanlah kondisi normal yang merupakan bagian dari proses penuaan, namun resiko anda untuk terkena penyakit ini semakin meningkat setelah mencapai usia 65 tahun. Setidaknya hampir separuh dari mereka yang telah berumur diatas 85 tahun diketahui menderita alzheimer.

Orang-orang yang memiliki perubahan genetik langka – yang hampir pasti akan membuat mereka menderita penyakit ini – sudah mulai akan mengalami gejala awal alzheimer saat mereka berusia 30-an.

hal yang menyebabkan orang menderita alzheimer

Genetika dan Sejarah Keturunan

Resiko anda untuk terkena Alzheimer tampaknya agak lebih tinggi jika garis keluarga terdekat diketahui menderita penyakit ini – seperti orang tua atau saudara kandung. Para ilmuwan telah mengidentifikasi perubahan langka (mutasi) pada tiga gen yang hampir pasti akan membuat seseorang terkena alzheimer, jika mereka membawa salah satu dari 3 jenis gen tersebut.

Namun penderita penyakit alzheimer yang disebabkan oleh mutasi gen ini diketahui tidak lebih dari 5%. Kebanyakan mekanisme genetika dari kondisi Alzheimer antara keluarga ini tetap tidak dapat dijelaskan. Resiko gen tertinggi yang telah diketahui oleh para peneliti sejauh ini adalah apolipoprotein e4 (APOE e4). Resiko gen lainnya telah diidentifikasi, namun kesimpulannya masih dianggap kurang meyakinkan.


Jenis Kelamin

Wanita diketahui lebih mungkin untuk menderita penyakit alzheimer daripada pria, sebagian besarnya karena kebanyakan wanita memang hidup lebih lama.

Kerusakan Kognitif Ringan

Orang yang mengalami kerusakan kognitif ringan (KKR) biasanya memiliki masalah memori atau gejala penurunan fungsi kognitif lainnya yang terlihat lebih buruk daripada yang dibayangkan pada usia mereka, namun ini tidak cukup parah untuk dapat didiagnosis sebagai demensia alzheimer.

Mereka yang menderita KKR memang memiliki peningkatan resiko – tapi bukan hal yang pasti jika kemudian mereka akan terkena demensia. Melakukan sesuatu seperti menjalani gaya hidup sehat dan strategi untuk mengimbangi kehilangan memori pada tahap ini mungkin dapat membantu  untuk menunda atau mencegah perkembangan demensia.

Trauma Pada Kepala

Orang-orang yang pernah mengalami beberapa kali trauma kepala berat atau trauma kepala berulang (contohnya: petinju dan petarung bebas) diketahui memiliki resiko lebih besar untuk terkena penyakit Alzheimer.

Gaya Hidup dan Kesehatan Jantung

Memang tidak ada faktor gaya hidup yang secara meyakinkan dapat menunjukkan jika itu dapat mengurangi resiko anda terkena penyakit Alzheimer.

Namun begitu, beberapa bukti menunjukkan bahwa hal sama yang meningkatkan resiko anda untuk terkena penyakit jantung juga dapat meningkatkan kemungkinan anda mengalami Alzheimer. Hal-hal tersebut antara lain:

  • Kurang berolah raga
  • Merokok
  • Tekanan darah tinggi
  • Kolesterol darah tinggi
  • Meningkatnya kadar homosistein
  • Diabetes yang kurang terkontrol
  • Kurang mengkonsumsi buah dan sayuran

Faktor-faktor resiko ini juga dikaitkan dengan vaskular demensia, jenis penyakit pikun yang disebabkan oleh rusaknya pembuluh darah di otak. Konsultasikan dengan dokter atau konsultan kesehatan anda untuk mengendalikan faktor-faktor diatas. Hal ini tidak saja akan membantu melindungi jantung anda, namun juga akan mengurangi resiko penyakit alzheimer dan demensia vaskular.

Faktor Yang Mengurangi Resiko Terkena Alzheimer


Selalu Belajar dan Aktif Secara Sosial

Kita tidak perlu lagi membahas tentang bahaya hilangnya ingatan anda akibat alzheimer, artikel-artikel saya lainnya mengenai penyakit ini sudah cukup banyak menerangkannya. Yang perlu diketahui adalah, bahwa penelitian telah menemukan hubungan antara selalu terlibat aktif pada kegiatan-kegiatan yang menstimulasi mental serta sosial dengan berkurangnya resiko terkena penyakit Alzheimer.

Faktor-faktor yang diketahui dapat mengurangi resiko Alzheimer meliputi:

  • Tingkat pendidikan formal yang lebih tinggi
  • Pekerjaan yang menstimulasi otak
  • Aktifitas menyenangkan yang sekaligus menantang mental, seperti membaca, bermain game atau bermain alat musik
  • Sering terlibat pada aktifitas sosial

Para ilmuwan memang belum dapat menjelaskan kaitan ini secara ilmiah. Satu teori yang paling banyak dipegang adalah, bahwa dengan menggunakan otak anda secara aktif – dapat membangun lebih banyak koneksi antar sel yang akan melindungi otak anda dari dampak perubahan yang berkaitan dengan Alzheimer.

Berikutnya baca:
Yang sebelumnya:

Referensi:



Bantu saya untuk men-share artikel di atas agar lebih banyak orang yang membaca dan mengetahuinya. Terima kasih...

Selasa, Maret 17, 2015

Alzheimer: Definisi dan Pengertian

Alzheimer adalah suatu kondisi di mana sel-sel saraf pada otak mati (mengalami kematian), sehingga sinyal otak sangat sulit untuk ditransmisikan dengan benar.

Gejala alzheimer mungkin cukup sulit untuk diketahui sejak dini. Secara umum orang yang menderita alzheimer akan memiliki masalah dengan daya ingat, penilaian, dan daya pikir. Hal ini akan membuat mereka sulit untuk bekerja ataupun melakukan kegiatan sehari-hari. Kematian sel-sel saraf ini akan terjadi secara bertahap dan membutuhkan waktu bertahun-tahun.

apa itu alzheimer dan demensia

Apa itu Demensia Alzheimer?


Demensia Alzheimer adalah salah satu tipe penyakit alzheimer dimana terjadi kemerosotan secara progresif pada jaringan otak, umumnya dialami oleh mereka yang telah berusia diatas 65 tahun. Ini merupakan penyebab paling umum dari kondisi Demensia yang ditandai dengan penurunan mental yang cukup parah. Fungsi intelektual seperti daya ingat, pemahaman, dan berbicara akan memburuk.

Gangguan daya ingat adalah fitur penting dari penyakit Alzheimer, dan seringkali ini adalah tanda pertama yang muncul. Memori yang paling baru akan hilang pertama kali. Dan seiring berjalannya waktu, perhatian cenderung mudah terpecah, perhitungan sederhana menjadi sangat susah, dan kegiatan sehari-hari akan terasa semakin sulit, hal ini disertai dengan rasa bingung dan frustrasi.


Gejala-gejala tersebut cenderung akan semakin memburuk pada malam hari. Terjadi perubahan suasana hati yang dramatis – seperti ledakan amarah, serangan rasa takut, dan menjadi sangat apatis. Penderita akan menjadi semakin bingung, mudah berkeliaran dan tersesat.

Masalah fisik seperti hilangnya koordinasi akan terjadi secara bertahap. Dan pada akhirnya, penderita akan menjadi sama sekali tak berdaya secara fisik, sering mengompol, dan tak mampu berkomukasi sepenuhnya.

Alzheimer dapat merusak dari awal kemunculan hingga kematian seseorang hanya dalam beberapa tahun, namun bisa juga prosesnya lebih panjang hingga mencapai 20 tahun. Namun secara umum, rata-rata orang yang menderita penyakit alzheimer hanya dalam periode 9 tahun.

Di Amerika Serikat, Alzheimer masuk dalam urutan ke-6 sebagai penyebab utama kematian, dan diketahui satu dari delapan orang berusia 65 tahun atau lebih menderita penyakit ini. Perempuan diketahui lebih rentan untuk mengalaminya dibanding laki-laki.

Pada Konferensi Internasional 2014 para dokter ahli dan peneliti Alzheimer di Kopenhagen, Denmark, diperkirakan jumlah penderita Alzheimer di dunia akan meningkat hingga 3 kali lipat pada tahun 2050, yaitu sekitar 150 juta orang.

Apa yang menyebabkan Alzheimer?

Biasanya orang-orang akan menderita Alzheimer seiring dengan bertambahnya usia mereka (semakin tua), namun penyakit ini bukanlah kondisi alami dari penuaan – seperti yang telah yang telah dijelaskan pada definisi alzheimer diatas. Ini adalah kondisi abnormal yang penyebabnya masih terus diselidiki hingga sekarang.

Hilangnya fungsi otak secara bertahap yang mencirikan kondisi Alzheimer tampaknya diakibatkan oleh kerusakan pada dua bentuk utama sel saraf:
  • Terjadi kekusutan pada sel-sel saraf (neurofibrillary tangles)
  • Pengendapan protein yang dikenal sebagai beta-amiloid plak terbentuk pada otak
Para peneliti masih belum yakin mengapa atau bagaimana proses ini bisa terjadi, namun beberapa penelitian terbaru yang paling menjanjikan merujuk pada protein darah yang biasanya terjadi – disebut dengan ApoE (apolipoprotein E), yang diperlukan untuk mengangkut zat lemak dalam tubuh.

Selengkapnya baca:

Referensi:



Bantu saya untuk men-share artikel di atas agar lebih banyak orang yang membaca dan mengetahuinya. Terima kasih...